Sabtu, 30 Januari 2016

cinta-Cinta.an



SINGKAT DESKRIPSI

Seperti sekeping puzlle yang tercongkel
Ku diskripsikan engkau dalam ruang
Dua dimensi milikku
Matamu lazuardi
Wajahmu kapas setengah putih
Kau seperti coretan coretan
Yang membekas namun buram
Cukup
Senyumanya kemuning
Rona bidadari
Aura putih
Pesona pasti
Sayang semua palsu dan ilusi
Berjalan bagai angsa
Anggun
Hangat bak senja
Kupikir bintang kejora ternyata salah



SELAMAT MALAM SAYANG
Aku terkapar dalam hamparan tempat tidurku
Melamun semua tentang cinta dimalam ini
Cinta yang selalu dating di setiap nafas
Yaitu cinta darimu kasih
                Malam yang gelap ini
                Aku selalu mengirim sesuatu yang indah untukmu
                Walau kau tak melihat tapi selalu ada disampingmu
                Hanya bisa kau rasakan
Dan memberikan kenyamanan dalam tidurmu mala mini
Kasih…. Dalam indahnya mala mini
Aku dating lewat mimpimu dan
Aku keluar lewat keindahan yang kau rasakan
                Aku selalu dating untuk menemanimu
                Walau hanya lewat angin
                Tapi aku akan selalu menyejukkanmu
                Aku datang saat kau bermimpi
 






Kala Senja Telah Tiba
Kala senja menabur senyum
Semburat lembayung di ufuk barat
Menawan hati dengan sejuknya mentari
Semua insan berbina menanti sang malam tiba

                Seiring meredupnya sang surya
                Saat senja mulai kabur dari jarak jauh
                Merah jingga pun pelahan menghilang
                Mengiringi langkkah matahari yang kian terbenam

Ketika hemburan angin menyisir kulit disekitar tubuhku
Menawarkan kesejukan pada gersangnya pori pori
Kalbuku mengembara membahana
Terbesit kenangan di masa silam

                Menatap kepada masa yang telah terpijak
                Berharap jejak lalu itu dapat diikuti
                Namun topan kesedihan menghapus semuanya
                Bagaikan kutukan didalam lembaran hidupku






Praja Muda Karana



JIWA PRAMUKA

Terbawa arus sirkum samudra pemisah benua
Menghantar kedamaian
Berkibar panji pramuka
Terikat tali bertiang jiwa perkasa
Tunduk mengabdi pada bangsa
Berhias mahkota cahaya surya
Creative young man
Menganyam gempita asa
Cekatan terampil dan aktif peduli sesama
Dan tanggung jawab sedianya
Selalu setia walau badai menerpa
Harapan roboh dahulu
Kini meniti membangun selagi masih setia
Praja Muda Karana
Terbentuk untuk membentuk
Jayalah Indonesia damailah semesta
Selagi pramuka masih tegak menatap angkasa.




PUISI GALAU



 KEPERGIANMU
Tanah merah basah ini menjadi saksi
Begitu berat aku harus menahan kepedihan
Tanah merah basah ini mengerti
Semua kesedihanku untukmu
                Rasa cinta yang begitu mendalam
                Kasih sayang yang mendarah daging
                Semua untukmu…….
                                Seandainya aku tahu
                                Ini jalan yang harus dipilih
                                Ingin rasanya kuu kembali
                                Masa-masa bahagia….
                Memandang ceriamu………..
                Harapanmu… cita-citamu…
                Keberhasilan serta kasih sayangmu
Ingin rasanya kuyakinkan hatimu
Bahwa kau segalanya bagiku
Kini segalanya telah berakhir
Ku pndang kekelaman ini
                Tanah merah basah ini
                Telah mengubur jasadmu…
                Mengubur dalam – dalam semua
                Harapan, impian, cita-cita dan kebahagiaan kita
Dan
Tanah merah basah ini tak dapat melukiskan
Begitu dalam rasaku kehilanganmu
Kecewaku dan penyesalanku
                Tanah merah basah ini sebagai saksi
                Ku taburkan bunga terakhir dan terbaikku
                Ku ambungkan sebait doa – doa hanya untukmu…
                Ya… untukmu kekasihku….








Rumah duka

Huajn di  bulan November
Ingatkanku tentang gelegar tangis
Para orang – orang terkasih berdiri dirumah duka
Untuk melepas kepergianmu
Dikala fajar meninggi ingatkanku
Tentang isak tangis para pelayat – pelayat kecil
Yang memandang wajahmmu lirih untuk yang terakhir
Ingatkanku tentang kisah orang – orang berjalan
Perlahan mencari jalan pulang
Hujan di bulan November
Ingatkanku tentang cerita para peri
Yang menagis mengantarkanmu pergi
Bersama serbuk – serbuk ucapan selamat tinggal
Hujan di bulan November
Memberi warna tetesan tangis mendung
Ditengah kemelut warna mega yang memerah
Di bulan November kala hujan
Kala hujan yang meyatukan hati para peri
Yang menangis rintih dilangit- langit
 


Kenangan pahit

Kenangan…
Pengen lunga saka bumi
Supaya kehapus kabeh penyesalanku
Aku pengen nglaleake awakmu
Ning ora bisa…
Aku isih kelingan welinganmu
Nalika kelingan janjimu
Ndisik sing arep sehidup semati
Tapi apa nyatane
Awakmu tega ninggalake aku
Aku ora ngerti awakmu iku
Yen sebenere ndue penggantine aku
Aku coba terima keputusanmu
Aku mung pengen awakmu seneng meski ora karo aku
















Bayangmu
Aku tertatih lagi malam ini
Aku merunduk lagi mala mini
Aku menangis  lagi mala mini
di sebuah malam yang gelap
                aku merenungi semua sesal
                Dan semua kenangan indah yang pernah ada
                Dipojok kamarku….
                Ku teringat dirimu dalam kesepian hatiku
                                Andaikan saja dulu kita tidak pernah bertemu
                                Takkan ada kerinduan menyelimuti hatiku
                                Andaikan saja dulu kau tak sentuh hatiku
                                Takkan terisi kekosongan oleh bayangmu
                Andaikan saja dulu kau tak singgah di hatiku
                Pasti takkan ada goresan luka yang membekas
                Dengan segala kenangan yang manis
                Serta rasa sakit diiringi kekosongan
DI HATIKU