KEPERGIANMU
Tanah merah basah ini menjadi saksi
Begitu berat aku harus menahan kepedihan
Tanah merah basah ini mengerti
Semua kesedihanku untukmu
Rasa cinta yang
begitu mendalam
Kasih sayang yang
mendarah daging
Semua untukmu…….
Seandainya
aku tahu
Ini
jalan yang harus dipilih
Ingin
rasanya kuu kembali
Masa-masa
bahagia….
Memandang
ceriamu………..
Harapanmu…
cita-citamu…
Keberhasilan serta
kasih sayangmu
Ingin rasanya kuyakinkan hatimu
Bahwa kau segalanya bagiku
Kini segalanya telah berakhir
Ku pndang kekelaman ini
Tanah merah basah
ini
Telah mengubur
jasadmu…
Mengubur dalam –
dalam semua
Harapan, impian,
cita-cita dan kebahagiaan kita
Dan
Tanah merah basah ini tak dapat melukiskan
Begitu dalam rasaku kehilanganmu
Kecewaku dan penyesalanku
Tanah merah basah
ini sebagai saksi
Ku taburkan bunga
terakhir dan terbaikku
Ku ambungkan
sebait doa – doa hanya untukmu…
Ya… untukmu
kekasihku….
Rumah duka
Huajn di bulan November
Ingatkanku tentang
gelegar tangis
Para orang – orang
terkasih berdiri dirumah duka
Untuk melepas
kepergianmu
Dikala fajar meninggi
ingatkanku
Tentang isak tangis para
pelayat – pelayat kecil
Yang memandang wajahmmu
lirih untuk yang terakhir
Ingatkanku tentang kisah
orang – orang berjalan
Perlahan mencari jalan
pulang
Hujan di bulan November
Ingatkanku tentang cerita
para peri
Yang menagis
mengantarkanmu pergi
Bersama serbuk – serbuk
ucapan selamat tinggal
Hujan di bulan November
Memberi warna tetesan
tangis mendung
Ditengah kemelut warna
mega yang memerah
Di bulan November kala
hujan
Kala hujan yang
meyatukan hati para peri
Yang menangis rintih
dilangit- langit
Kenangan pahit
Kenangan…
Pengen lunga saka bumi
Supaya kehapus kabeh
penyesalanku
Aku pengen nglaleake
awakmu
Ning ora bisa…
Aku isih kelingan
welinganmu
Nalika kelingan janjimu
Ndisik sing arep sehidup
semati
Tapi apa nyatane
Awakmu tega ninggalake
aku
Aku ora ngerti awakmu
iku
Yen sebenere ndue
penggantine aku
Aku coba terima
keputusanmu
Aku mung pengen awakmu
seneng meski ora karo aku
Bayangmu
Aku tertatih
lagi malam ini
Aku merunduk
lagi mala mini
Aku
menangis lagi mala mini
di sebuah
malam yang gelap
aku merenungi semua sesal
Dan semua kenangan indah yang
pernah ada
Dipojok kamarku….
Ku teringat dirimu dalam
kesepian hatiku
Andaikan saja
dulu kita tidak pernah bertemu
Takkan ada
kerinduan menyelimuti hatiku
Andaikan saja
dulu kau tak sentuh hatiku
Takkan terisi
kekosongan oleh bayangmu
Andaikan saja dulu kau tak
singgah di hatiku
Pasti takkan ada goresan luka
yang membekas
Dengan segala kenangan yang
manis
Serta rasa sakit diiringi
kekosongan
DI HATIKU




0 komentar:
Posting Komentar