Sabtu, 30 Januari 2016

PUISI GALAU



 KEPERGIANMU
Tanah merah basah ini menjadi saksi
Begitu berat aku harus menahan kepedihan
Tanah merah basah ini mengerti
Semua kesedihanku untukmu
                Rasa cinta yang begitu mendalam
                Kasih sayang yang mendarah daging
                Semua untukmu…….
                                Seandainya aku tahu
                                Ini jalan yang harus dipilih
                                Ingin rasanya kuu kembali
                                Masa-masa bahagia….
                Memandang ceriamu………..
                Harapanmu… cita-citamu…
                Keberhasilan serta kasih sayangmu
Ingin rasanya kuyakinkan hatimu
Bahwa kau segalanya bagiku
Kini segalanya telah berakhir
Ku pndang kekelaman ini
                Tanah merah basah ini
                Telah mengubur jasadmu…
                Mengubur dalam – dalam semua
                Harapan, impian, cita-cita dan kebahagiaan kita
Dan
Tanah merah basah ini tak dapat melukiskan
Begitu dalam rasaku kehilanganmu
Kecewaku dan penyesalanku
                Tanah merah basah ini sebagai saksi
                Ku taburkan bunga terakhir dan terbaikku
                Ku ambungkan sebait doa – doa hanya untukmu…
                Ya… untukmu kekasihku….








Rumah duka

Huajn di  bulan November
Ingatkanku tentang gelegar tangis
Para orang – orang terkasih berdiri dirumah duka
Untuk melepas kepergianmu
Dikala fajar meninggi ingatkanku
Tentang isak tangis para pelayat – pelayat kecil
Yang memandang wajahmmu lirih untuk yang terakhir
Ingatkanku tentang kisah orang – orang berjalan
Perlahan mencari jalan pulang
Hujan di bulan November
Ingatkanku tentang cerita para peri
Yang menagis mengantarkanmu pergi
Bersama serbuk – serbuk ucapan selamat tinggal
Hujan di bulan November
Memberi warna tetesan tangis mendung
Ditengah kemelut warna mega yang memerah
Di bulan November kala hujan
Kala hujan yang meyatukan hati para peri
Yang menangis rintih dilangit- langit
 


Kenangan pahit

Kenangan…
Pengen lunga saka bumi
Supaya kehapus kabeh penyesalanku
Aku pengen nglaleake awakmu
Ning ora bisa…
Aku isih kelingan welinganmu
Nalika kelingan janjimu
Ndisik sing arep sehidup semati
Tapi apa nyatane
Awakmu tega ninggalake aku
Aku ora ngerti awakmu iku
Yen sebenere ndue penggantine aku
Aku coba terima keputusanmu
Aku mung pengen awakmu seneng meski ora karo aku
















Bayangmu
Aku tertatih lagi malam ini
Aku merunduk lagi mala mini
Aku menangis  lagi mala mini
di sebuah malam yang gelap
                aku merenungi semua sesal
                Dan semua kenangan indah yang pernah ada
                Dipojok kamarku….
                Ku teringat dirimu dalam kesepian hatiku
                                Andaikan saja dulu kita tidak pernah bertemu
                                Takkan ada kerinduan menyelimuti hatiku
                                Andaikan saja dulu kau tak sentuh hatiku
                                Takkan terisi kekosongan oleh bayangmu
                Andaikan saja dulu kau tak singgah di hatiku
                Pasti takkan ada goresan luka yang membekas
                Dengan segala kenangan yang manis
                Serta rasa sakit diiringi kekosongan
DI HATIKU






0 komentar:

Posting Komentar